FlyShop

 

Photo

Photo

Nice Tips

Tips Memilih Joran Fly Fishing

Bagaimana caranya memilih joran fly

Joran fly didesain untuk meng-cast fly dengan cara membangun momentum pada fly line dan mengontrol arah dan jarak. Joran juga diciptakan untuk membantu pemancing saat bertarung melawan ikan, jadi ukuran dan kekuatan ikan yang menjadi target juga menentukan ukuran serta kelenturan joran yang digunakan.

Read more...
 
Membuat Stonefly yang lebih baik PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Saturday, 05 September 2009 00:00
Article dan photography oleh Igor and Nadica Stancev (www.flytyer.com)

Disadur oleh Flyfreak

Stoneflies dapat dijumpai sepanjnag musim semi dan panas. Stonefly lebih mudah dikenali pada saat betina yang berukuran besar mencoba untuk terbang, mengangkat tubuhnya yang besar. Setelah bertahun-tahun tumbuh dan berkembang di perairan berarus, nymph akan keluar dari air untuk berkembang biak. Pada saat serangga ini muncul ke permukaan, mereka menarik perhatian burung dan ikan, dan juga para pemancing fly. Stonefly adalah salah satu menu makanan ikan yang tidak boleh dilewatkan begitu saja.

Ada sedikitnya 3,000 jenis stonefly di seluruh dunia yang telah teridentifikasi, dan lebih dari 500 species terdapat di Amerika Utara. Nama dari species ini yaitu Plecoptera berasal dari bahasa Yunani ‘plectos’ yang berarti “terpilin’ atau ‘terlipat’, dan ‘pteron’ yang berarti sayap. Dengan kata lain, stonefly adalah jenis serangga dengan sayap terlipat.
Ordo Plecoptera terdiri dari tujuh famili. Famili Luecridae, Capridae, Nemouridae, dan Larniopterigidae adalah jenis serangga dengan panjang berkisar antara 4 hingga 12 milimeter, sementara Perlidae, Perlodidae, dan Choloperlidae  dapat tumbuh hingga panjang 40 milimeter. Stonefly pada umumnya hidup di perairan yang bersih dengan kadar oksigen yang cukup, dan sama sekali tidak dapat bertahan melawan polusi. Keberadaan serangga ini dapat dijadikan indicator suatu perariran yang bersih, sehat, dan dingin; sementara hilangnya species ini dari perairan menunjukkan terdapatnya masalah dengan polusi.

Sebagian besar stonefly hidup pada perairan yang berarus cepat, dan sungai yang memiliki bebatuan dan permukaan yang juga bebatuan; hanya sedikit dari species ini yang hidup di perairan yang tenang atau di pinggiran danau dimana gerakan gelombang air menciptakan proses pengayaan oksigen. Jenis stonefly yang hidup di danau hanya dapat dijumpai di daerah yang sangat dingin seperti di Scandinavia dan pegunungan Alpen. Stonefly terlihat saat musim semi dimana jumlah serangga air lainnya tidak terlalu banyak, dan beberapa species diantaranya terus menetas hingga musim panas.

Hanya sedikit species dari stonefly yang dapat dijumpai saat musim gugur. Saat jumlah stonefly yang menetas banyak, hampir seluruh ikan trout berpaling ke mereka sebagai sumber protein. Ini merupakan waktu terbaik untuk berada di air.

Perut dari seekor stonefly nymph terdiri dari 10 bagian yang berbeda; dadanya memiliki tiga bagian dimana setiap bagiannya memiliki sepasang kaki. Kaki stonefly sangat kuat dan memiliki ujung menyerupai cakar yang digunakannya untuk memegang dasar sungai yang berarus. Sepasang tutup sayap (wing case) berakar pada dua segmen dari bagian dada, dan filament insang yang berbentuk seperti bulu-bulu halus terletak pada bagian samping dari dada (thorax); letak dari insang ini digunakan sebagai penentu species ini. Nymph memiliki dua ekor yang panjangnya lebih kecil dari panjang perutnya; ingat-ingatlah parameter ini saat anda mengikat fly stonefly dengan ukuran yang menyerupai ukuran sebenarnya.


Gambar diatas adalah gambar dari Dinocras Cephalotes nymph berwarna coklat tua dan dapat tumbuh hingga 35 mm, tidak termasuk panjang ekor dan antenna. Insang yang terletak disisi bagian dada (thorax) memiliki warna keabuan dan menyerupai bulu-bulu halus.


Panjang Umur dan Sejahtera

Stonefly nymph yang berukuran lebih kecil, seperti Isoperla Grammatica yang berukuran 15mm, memiliki siklus hidup selama satu tahun; stonefly lain yang berukuran lebih besar, seperti Dinocras Cephalotes dan Perla Bipunctata, dapat tumbuh hingga 35mm dan memerlukan waktu hingga tiga tahun sebagai nymph untuk mencapai ukuran maksimumnya. Jenis stonefly berukuran kecil memakan ganggang (algae), tapi jenis yang berukuran lebih besar pada tahapan berikutnya dari siklus kehidupan mereka bersifat karnivora yang memangsa larva dari serangga air lainnya.

Stonefly nymph tidak timbul kepermukaan air, yang mana membedakan mereka dari mayflies dan caddisflies. Baik mayflies dan caddisflies memiliki tahapan perkembangan yang para entomologist menyebutnya sebagai “subimago”; sementara para pemancing fly menyebut tahap ini sebagai “emerger”. Tahap subimago merupakan tahap perkembangan antara bentuk larva ke bentuk dewasa. Stonefly tidak berevolusi seperti itu melainkan dia berubah dari nymph langsung ke tahapan dewasa.

Pada saat mereka siap untuk berubah menjadi dewasa, stonefly nymph yang sudah cukup umur merangkak keluar dari air saat senja atau dini hari untuk menghidar dari predator; dikarenakan ukurannya yang besar, stonefly menjadi sasaran yang mudah bagi burung dan ikan. Serangga ini berlindung disepanjang pinggir sungai di bawah naungan daun, batu, dan dipinggir pohon bahkan gedung.

Tubuh dari stonefly dewasa terlihat mirip seperti saat ia masih dalam tahap nymph, kecuali sekarang dia memiliki sayap. Dewasa memiliki 4 buah sayap dengan panjang yang sama yang tertutup rata horizontal diatas punggungnya saat tidak digunakan. Di sayapnya terlihat saluran darah yang oleh entomologist dan para pemancing fly digunakan sebagai cara untuk mengidentifikasikan species ini. Stonefly bukanlah serangga yang dapat terbang dengan baik; jantan memiliki panjang sayap yang lebih pendek dibandingkan dengan betinanya, yang membuat mereka lebih payah untuk terbang. Jantan pada umumnya melompat dan merangkak sehingga sebuah proses perkawinan dapat berhasil dilakukan bila betinanya berhasil menemukan jantan dengan menimbulkan suara ketukan.



Tubuh dari seekor stonefly dewasa terlihat seperti nymph yang bersayap. Bila anda melihat stonefly dalam jumlah yang banyak didekat suatu perairan, gunakanlah dry fly dengan ukuran dan warna menyerupai serangga alami itu. Sayap harus terlihat sedikit lebih panjang dari tubuh fly.

Stonefly terbang dengan posisi tubuh hampir vertical, terutama pada betinanya karena terdapat beban lebih berupa telur yang membuat serangga ini terbang dalam posisi yang vertical. Sambil terbang, para betina menyentuh permukaan air dan pada saat yang bersamaan meletakkan telur-telur mereka. Kami sangat tertarik melakukan observasi cara terbang betina stonefly saat mereka meletakkan telur-telur mereka; dan kami juga melakukan beberapa percobaan yang menarik. Kami menangkap Perla Bipunctata berukuran besar, dan meletakkan serangga ini dalam sebuah aquarium yang diisi air hanya beberapa liter saja. Stonefly terbang dari satu sisi ke sisi lainnya sambil menyentuh permukaan air meletakkan telurnya; kami pun dapat melihat kumpulan telur berwarna hitam hanyut didasar kota kaca.

Di alam bebas, telur menetas menjadi larva kecil selang tiga hingga empat minggu. Seperti yang sudah kami tuliskan, nymph dapat hidup satu hingga tiga tahun sebelum berubah menjadi serangga dewasa. Dan pada akhirnya, tergantung pada jenis speciesnya, serangga dewasanya memiliki umur antara beberapa hari hingga tiga bulan.

Selain beberapa fakta yang telah disebutkan di atas, stonefly dewasa tidak dianggap penting seperti halnya pada mayflies dan caddisflies. Akan tetapi, fase nymph dari stonefly sangat penting bagi fly fishing. Nymph serangga ini ditemui sepanjang musim memancing, dan ikan trout biasa terlihat memangsa serangga ini. Stonefly nymph berukuran cukup besar, sehingga mudah untuk dilihat oleh ikan trout.

Sekarang mari kami tunjukkan bagaimana kami mengikat pola stonefly favorit kami. Teknik ini memiliki banyak fitur realistiknya namun tetap mudah untuk dilakukan. Pola ini dapat digunakan untuk memancing ikan trout pada perairan yang mengalir dan bersih.

Nadica’s Stonefly Nymph
Kail: Tiemco TMC200R, sizes 10 to 4.
Kepala: Gold or brass bead.
Benang ikat: Cream 6/0 (140 denier).
Pemberat: kawat timah.
Bagian belakang: Dubbing flashy yang halus seperti Wapsi Fly’s super bright dubbing, tapi dapat juga diganti dengan dubbing dari merk favorit anda. Antron dubbing juga merupakan alternative yang sangat baik.
Ekor: Batang bulu ayam yang bulunya sudah dicabuti.
Bagian perut: Potongan latex berukuran lebar 4mm seperti buata Hareline Dubbin;s Nymph Stretch Skin.
Tutup sayap: Bulu angsa, ayam, atau partridge berwarna coklat.
Bagian dada: Bulu kelinci. Bulu halusnya disikat/diberishkan terlebih dahulu sebelum digunakan dengan teknik dubbing loop.

Memulai Danica's Stonefly Nymph

1. Masukkan kail kedalam bead dengan ujung berdiameter lebih kecil menghadap mata kail. Sematkan kail pada vise dan mulailah menggulung benang ikat pada kail.







2. Letakkan kawat timah pada sisi batang kail (hook shank). Dorong ujung kawat timah hingga masuk kedalam lubang bead. Ikat dengan kencang kawat timah dengan benang ikan untuk mengunci posisinya. Potong secara bersudut kelebihan kawat timah.





3. Lalu lilit benang ikat kea rah bead/mata kail. Lalu ikat lagi satu potong kawat timah pada sisi batang kail yang satunya lagi. Potong kawat timah yang berlebih secara bersudut.






4. Lilitkan sejumput dubbing pada benang ikat lalu lilitkan pada sekitar ujung dari batang kail. Lilitan itu akan membentuk bola kecil yang berguna untuk memisahkan ekor ke dua sisi yang berbeda.






Membentu bagian tubuh


1. Buang bulu ayam atau angsa dari batangnya. Lalu ikat batang yang sudah bersih dari bulu tersebut pada bagian ujung kail; gunakan bagian batang bulu yang taper hingga meyerupai taper pada ekor stonefly. Potong batang bulu ayam tersebut sesuai panjang yang diinginkan, panjang idealnya adalah hampir sepanjang bagian tubuhnya.




2. Potong secara bersudut bagian ujung dari latex. Ikatakan ujung latex tersebut pada bagian dasar dari ekor.








3. Lilitkan lates kearah mata kail untuk membentuk bagian tubh; setiap lilitan baru menimpa sedikit lilitan sebelumnya. Ikat dengan benang ikat lalu potong latex yang berlebih. Kemudian, lapis tipis bagian belakan dari dua bulu partridge dengan semen/lem (bukan superglue). Biarkan lapisan tersebut kering lalu potong bulu partridge tersebut mengikuti bentuk hati.



4. Ikat tutup saya (wing case) yang pertama di depan bagian tubuh. Lalu buat dubbing loop dan lakukan persiapan untuk menyelesaikan fly.







Tahap Akhir


1. Sikat keluar bulu halus pada sejumput bulu kelinci. Lalu letakkan bulu kelinci tersebut pada dubbing loop setelah bersih dari bulu halus. Putar loop hingga benang yang terpiling. Lalu dengan lembut, angkat tutup sayap dan lakukan dua lilitan dubbing dibelakan tutup sayap.






2. Lanjutkan lilitan dubbing di depan tutup sayap kea rah mata kail untuk membentuk bagian dada (thorax). Senantiasa menyisir bulu kelinci kearah belakang setiap lilitan. Ikat dubbing loop dan potong kelebihannya.







3. Sikat bulu kelinci kearah bawah pada setiap sisi fly. Lalu ikatkan tutup saya bagian depan tepat di belakang bead head. Ikat dan potong benang ikat.







4. Warnai bagian tubuh dengan permanent market berwarna coklat gelap. Warnai mulai dari arah kepala ke bagian ekor agar segmentasi pada tubuh masih dapat terlihat jelas. Selesai sudah … bagus dan mudah bu







Last Updated on Wednesday, 26 August 2009 12:33
 

Photo Slide

Advertisement





Donate

Click here to lend your support to: Indonesia Fly Rodders and make a donation at www.pledgie.com !

Statistics

Members : 306
Content : 7
Web Links : 6
Content View Hits : 1766
eXTReMe Tracker


View My Stats

Who's Online

We have 1 guest online

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday33
mod_vvisit_counterYesterday43
mod_vvisit_counterThis week76
mod_vvisit_counterLast week0
mod_vvisit_counterThis month76
mod_vvisit_counterLast month766
mod_vvisit_counterAll22368

Online (20 minutes ago): 8
Your IP: 38.107.191.100
,
Now is: 2010-09-08 20:40